Chitika
if (window.CHITIKA === undefined) { window.CHITIKA = { 'units' : [] }; };
var unit = {"calltype":"async[2]","publisher":"ninafatmawati","width":550,"height":250,"sid":"Chitika Default"};
var placement_id = window.CHITIKA.units.length;
window.CHITIKA.units.push(unit);
document.write('');
}());
Showing posts with label ekonomi dan bisnis. Show all posts
Showing posts with label ekonomi dan bisnis. Show all posts
Thursday, October 1, 2015
Membuka Lapangan Pekerjaan
Membuka Lapangan Pekerjaan - di negara kita lapangan pekerjaan menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pemerintah dan masalah ini menjadi masalah yang tak kunjung henti dalam pembahasan negara. dengan fenomena yang begitu besar pengangguran yang terjadi hampir di setiap harinya maka problema negara yang satu ini memang menjadi PR penting bagi para Dewan Pwrwakilan Rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). lapangan kerja menjadi faktor utama pengangguran yang terjadi di berbagai negara dimana salah satunya Indonesia yang mempunyai nilai pengangguran yang begitu besar. di tambah dengan melemahnya rupiah dampak dari the feed yang mengakibatkan pabrik - pabrik industri merumahkan para karyawannya secara besar - besaran.
Pengangguran yang terjadi dapat berkurang jika anda mampu membuka lapangan pekerjaan, oleh karena itu peran masyarakat penting untuk mengurangi terjadinya pengangguran yang semakin hari semakin tinggi. dengan adanya para mahasiswa dan lulusan sarjana yang seharusnya mampu mengembankan berbagai kreatisfitas untuk membuka lapangan pekerjaan, dimana lulusan sarjana dan mahasiswa mempunyai bekal dalam bidang pendidikan yang lebih baik daripada mereka yang hanya mampu menempuh pendidikan dibawah SMA dan sebagainya. bagi anda lulusan sarjana dan para mahasiswa dengan bekal pendidikan yang tinggi sebainya untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan kreatifitas anda daripada ikut dalam mencari pekerjaan bersama jutaan orang para pencari kerja yang memiliki pendidikan rendah.
Melakukan sebuah wirausaha memang bukan hal yang sepele dimana jiwa berwira usaha itu harus tumbuh dalam diri anda sebagai modal paling utama, untuk berwira usaha agar dapat memberikan lapangan pekerjaan anda juga harus mempunyai bekal dalam langkah melakukan bisnis, saat ini sering kita jumpai berbagai poster, spanduk, dan iklan untuk mengikuti sebuah seminar atau workshop dalam bidang wira usaha dengan tujuan nantinya akan mendapatkan ilmu pelatihan untuk mendirikan bisnis sendiri. dengan adanya berbagai seminar dan workshop memang pihak penyelengara memiliki tujuan utama untuk mendorong para pencari kerja mampu mendirikan lapangan pekerjaan sendiri tanpa harus mengemis pekerjaan kepada pihak asing. adanya kalian yang mampu membuat kreatifitas sebagai lahan pekerjaan maka negara akan merasa terbantu dengan masalah yag begitu besar yang terus saja dihadapi negara ini. sebagai salah satu warga negara Indonesia maka and juga akan bangga apabila produk - produk anda dapat menjadi barang ekspor dan mampu membuka lapangan pekerjaan.
Wednesday, September 23, 2015
Dampak Rupiah Melemah
Dampak Rupiah Melemah - hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipaksa turun sebesar 2,29% atau 99,61 poin 4.224.43. dimana pelemahan itu berdampak pada sbeberapa sektor yang ada di indonesia. pelemahan terjadi di kawasan asia pasifik yang berada di titikl merah akibat pelemahan yang terjadi, pelemahan ini terjadi dimana indeks manufaktur China berada di titik terendah dalam kurun waktu 6,5tahun yang mengakibatkan kawasan asia pasifik terkena imbas dari pelemahan dolar.Sebanyak kurang lebih 64 saham diperdagangan menguat, 208 saham melemah dan 69 saham stabil. pada pukul 16.00 IHSG ditutup turun dengan nilai jual rupiah mencapai 14.646 per Dollar AS. dengan melemahnya nilai tukar mata rupiah terhadap dollar maka menimbulkan dampak di berbagai sektor dalam negeri, salah satunya adalah dampak terhadap sektor perdagangan, Dampak Rupiah Melemah ini memang begitu terasa berat bagi masyarakat yang menerima imbas dari pelemahan rupiah tersebut. Indonesia pernah mengalami krisis pada tahun 1998 dimana saat itu terjadi krisis moneter besar - besaran di bawah kepemimpinan presiden soeharto.
Indonesia pada saat ini masuk kedalam radar merah dengan terus melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, masyarakat semakin takut akan tejadinya krisis moneter yang pernah terjadi dimana barang - barang kebutuhan ikut mengalami imbas dari melemahnya rupiah, harga pangan yang semakin melambung naik, PHK besar terjadi di dalam industri, bahkan pengusaha dalam negeri merasakan imbasnya dimana persentase tidak satabil dan mengakibatkan kegagalan dalam bisnis mereka, semoga indonesia lekas beranjak membaik dari dan masyarakat dapat menikmati hidup yang lebih baik lagi tidak dengan adanya Dampak Rupiah Melemah.
Tuesday, September 22, 2015
LRT,MRT,Hingga Kereta Cepat Dibahas di Istana
LRT,MRT,Hingga Kereta Cepat Dibahas di Istana, hari ini presiden jokowi mengumpulkan para menteri di Istana Negara untuk membahas LRT,MRT dan kereta cepat. pada pembahasan yang di jadwalkan hari ini tadi mebahas pembangunan LRT,MRT, dan kereta cepat yang akan di bangun di jakarta, pada pembahasan tersebut di pimpin oleh presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dengan pembahsan pengerjaan proyek bersekala besar.Proyek dengan sekala besar yang di bahas adalah Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan keretata cepat 200Km/Jam dengan tujuan Jakarta - Bandung. dalam pembahasan tersebut selain presiden Jokowi hadir pula wakil presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Menko perekonomian Darmin Nasution, menteri BUMN Rini Soemarno dan menteri - menteri yang lain. dalam rapat pembahasan LRT,MRT,Hingga Kereta Cepat Dibahas di Istana di jadwalkan pada pukul 15.00 Wib. namun pembahasan tersebut harus mundur 30 menit dari waktu yang sudah di jadwalkan.
Dalam tujuan pembahasan tersebut adalah membahas pembangunan proyek besar tanpa menggunakan jaminan negara dan tanpa APBN, pembahsan tersebut adalah pembahasan rencana pembangunan dengan biaya yang harus ditanggung dalam menjalankan proyek besar tersebut, proyek yang menginginkan adanya transportasi dari dalam dan keluar jakarta tersebut harus melalui arahan presiden. ada 3 poin penting yang akan menjadi arahan presidan Jokowi dalam pelaksanaan proyek tersebut dimana poin pertama busines to busines, perusahaan dengan perusahaan, atau itu BUMN dan sebagainya. kedua, tidak ada campur tangan dengan menggunakan dana APBN dan ketiga tidak menggunakan jaminan dari negara. tentunya proyek ini adalah untuk mengatasi masalah transportasi dengan mengadakan proyek LRT,MRT,Hingga Kereta Cepat Dibahas di Istana.
inf: (det.)finance
Chitika
Kumpulbloger.com
Statistik
Blog Archive
tipsbisnisan.blogspot.com. Powered by Blogger.